
POHUWATO (TATIYE.ID)– Merespons keluhan masyarakat yang semakin keras terkait kelangkaan dan harga gas elpiji 3 kg yang tidak wajar, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, angkat bicara. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang bermain curang.
Menurut Saipul, harga yang beredar di lapangan saat ini sangat tidak masuk akal. Di beberapa titik, gas 3 kg dijual dengan harga selangit, berkisar antara Rp 55.000 hingga Rp 60.000, jauh melampaui harga yang telah ditetapkan pemerintah. Jum’at (05/06)
“Saya sangat mengutuk keras orang-orang yang memperjualbelikan tabung di atas harga yang ditetapkan. Saya berharap ini bisa ditindaklanjuti oleh Polres Pohuwato supaya ada efek jera,” tegas Saipul dengan nada tegas.
Modus Licik: Pakai Bentor, Tabung Dibilang Kosong
Kasus ini semakin pelik dengan terungkapnya modus para penimbun atau pedagang nakal. Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, oknum tersebut menggunakan taktik licik untuk mengelabui pengawasan dan masyarakat.
Mereka diketahui menggunakan bentor (becak motor) untuk mengangkut tabung-tabung gas. Agar tidak dicurigai, penutup tabung sengaja dilepas agar terlihat seolah-olah tabung tersebut kosong. Namun, begitu sampai di lokasi tujuan atau tempat penjualan, penutup tersebut dipasang kembali dan gas pun dijual dengan harga tinggi.
Minta Audit Penyaluran
Bupati berpesan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi sulit ini untuk mencari keuntungan sepihak. Pasalnya, kebutuhan masyarakat akan gas 3 kg saat ini sangat mendesak.
“Saya berharap, jangan ada yang memanfaatkan kelangkaan tabung gas. Kasihan masyarakat, mereka sangat membutuhkan,” ujarnya prihatin.
Di akhir pernyataannya, Saipul juga meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap pangkalan-pangkalan yang menjual tabung. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh penyaluran di pangkalan berjalan sesuai aturan dan harga tetap terjangkau sesuai ketentuan.













