
TATIYE.ID (GORUT) – Gorontalo Utara resmi memulai langkah besar di sektor peternakan melalui peletakan batu pertama Program Hilirisasi Peternakan Ayam Terintegrasi yang berlangsung di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pembangunan kawasan industri peternakan ayam yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari proyek strategis nasional di sektor pangan. Inisiatif ini juga sejalan dengan program daerah G210 (Gerakan Dua Kambing Sepuluh Ayam) yang selama ini didorong sebagai model penguatan ekonomi masyarakat berbasis peternakan.
Menurutnya, realisasi program ini tidak terlepas dari kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menyebut, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mendorong percepatan pembangunan, sebagaimana arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Program hilirisasi ini mendapat dukungan dari ID FOOD dan Kementerian Pertanian, dengan fokus utama pada pemerataan produksi daging ayam dan telur, khususnya di wilayah luar Pulau Jawa. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan distribusi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain itu, keterlibatan pemerintah provinsi, BUMD, perguruan tinggi, hingga sektor swasta turut memperkuat fondasi pengembangan program ini. Kolaborasi multipihak tersebut diyakini mampu menciptakan ekosistem peternakan modern yang berkelanjutan.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Gorontalo Utara diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan peternakan ayam terintegrasi di kawasan timur Indonesia, yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.(*)














