
TATIYE.ID (GORUT) – RSUD dr Zainal Umar Sidiki terus berupaya memperkuat kualitas layanan publik melalui berbagai terobosan di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo itu mendorong peningkatan motivasi dan kinerja tenaga kesehatan, khususnya perawat di ruang rawat inap.
Kepala Ruangan Rawat Inap Bedah, Neuro (Saraf), dan Mata (Benema), Ns. Fertien Nansyah Rauf, S.Kep., M.K.M., menjelaskan bahwa inovasi tersebut dilakukan dengan memberikan motivasi sekaligus apresiasi kepada para perawat agar tetap konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama pasien rawat inap.
“Penguatan SDM menjadi fokus kami, terutama dalam membangun semangat kerja perawat agar terus optimal dalam melayani pasien,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, manajemen ruang Benema menggelar kegiatan halal bihalal menjelang bulan suci Ramadhan yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada perawat berprestasi.
Sebanyak empat kategori penghargaan diberikan dalam kegiatan tersebut. Kategori tersebut meliputi perawat terbaik berdasarkan evaluasi kinerja, ketelitian, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan pasien; perawat bedah berdedikasi yang aktif mengabdi hingga ke rumah pasien demi pengembangan profesi; perawat inovatif dengan penerapan teknik instrumen perawatan luka bedah modern; serta perawat favorit pilihan di ruang rawat inap Benema.
Direktur RSUD dr Zainal Umar Sidiki, dr. Mohammad Ardiansyah, M.Kes., menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh manajemen ruangan tersebut. Menurutnya, pemberian penghargaan merupakan langkah strategis dalam membangun budaya kerja yang positif di lingkungan rumah sakit.
“Kinerja yang baik akan mencerminkan mutu pelayanan. Inovasi seperti ini patut diapresiasi dan ke depan akan diperluas agar dapat memotivasi seluruh pegawai,” kata Ardiansyah.
Ia menegaskan bahwa pada tahun ini seluruh layanan rumah sakit berbasis pada kompetensi. Karena itu, seluruh pegawai didorong untuk terus meningkatkan kemampuan dan keahlian, termasuk melalui berbagai inovasi yang mendukung pengembangan profesional.
Ardiansyah optimistis budaya inovasi yang dijalankan secara konsisten akan berdampak pada peningkatan kompetensi pegawai sekaligus mutu layanan kesehatan bagi masyarakat. Ia juga berharap kegiatan pemberian penghargaan seperti ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan dengan kategori yang lebih beragam.(*)



















