
TATIYE.ID (KABGOR) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Gorontalo mengambil langkah cepat menyusul dugaan pemukulan terhadap seorang siswa di salah satu sekolah di Kecamatan Dungaliyo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Abd Waris, memastikan pihaknya akan memanggil guru yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut untuk dimintai klarifikasi.
Selain itu, Disdikbud juga akan menurunkan tim ke sekolah guna mengumpulkan informasi dari berbagai pihak.
Menurut Waris, tindakan kekerasan dalam lingkungan pendidikan tidak dapat dibenarkan, terlebih jika dilakukan kepada peserta didik.
“Tindakan (pemukulan) yang dilakukan guru itu tidak benar. Saat ini guru sudah tidak dapat melakukan pemukulan secara spontan seperti itu. Saya sudah sampaikan kepada guru yang bersangkutan, tetap akan kami undang ke Dinas Pendidikan,” kata Abd Waris, Jumat (31/7/2026).
Ia menegaskan, pemanggilan tersebut merupakan bagian dari proses pemeriksaan untuk mengetahui kronologi kejadian secara utuh sebelum pemerintah daerah mengambil keputusan.
Waris juga menegaskan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tidak terdapat alasan yang dapat meringankan perbuatan guru tersebut, maka Disdikbud tidak akan ragu memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau memang tidak ada yang meringankan, tentu akan kami berikan sanksi,” tegasnya.
Selain memanggil guru yang bersangkutan, Disdikbud Kabupaten Gorontalo akan menurunkan tim ke Kecamatan Dungaliyo untuk melakukan penelusuran langsung, termasuk meminta keterangan dari pihak sekolah, guru, siswa, serta pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.
Sebelumnya, seorang siswa diduga menjadi korban pemukulan oleh gurunya hingga pingsan. Berdasarkan keterangan korban dan keluarganya, insiden itu terjadi pada Kamis (30/7/2026). Korban sempat mendapatkan perawatan di puskesmas setelah mengalami luka dan mengaku mengalami trauma akibat kejadian tersebut.


















