TATIYE.ID (POHUWATO) – Pasca dibentuknya tim terpadu di perbatasan akses masuk Kabupaten Pohuwato dalam melakukan pengecekan suhu tubuh, tak jarang tim terpadu yang bekerjasama dengan anggota Kodim 1313/Pohuwato mendapatkan perlawanan dari pengendara saat akan dilakukan pengecekan suhu tubuh.
Adapun berbagai alasan dari pengendara yang melintas saat dilakukan pengecekan suhu tubuh antara lain, mereka meyakini hingga saat ini mereka belum terjangkit Covid -19, sehingganya mereka berdalih bahwa yang dilakukan tim terpadu di perbatasan hanya menghambat perjalanan mereka.
Dandim 1313/Pohuwato, Letkol Arm Iron Prasetyo, M. Tr (Han), M.I.Pol saat dimintai keterangan terkait perlawanan dari pengendara tersebut,ia menjelaskan, dengan respond seperti itu menandakan bahwa kesadaran pengendara masih terbilang cukup rendah terkait pentingnya pencegahan Covid -19.
“Pertama adalah hal yg wajar apabila mereka ada yg merasa terganggu karena perjalanan menjadi terhambat, ini juga menunjukan tingkat kesadaran mereka yg rendah akan pentingnya pencegahan penyebaran Covid -19.Sebagai warga Negara yg baik harusnya mereka patuh terhadap aturan pemerintah, bila melanggar maka akan dapat dikenai sanksi hukum. Hargai petugas yg sudah lelah berdiri berjam2 meninggalkan keluarga dengan resiko juga bisa tertular,” jelas Dandim 1313/Pohuwato
Sementara itu juga, ia menghimbau untuk Anggota agar tetap sabar dan tetap semangat dalam mengedukasi masyarakat dengan peringatan persuasif serta menjelaskan bahwa yang dilakukan saat ini demi keselamatan mereka (Pengendara).
“Himbauan untuk anggota, tetap sabar & semangat mengedukasi masyarakat, pengemudi menolak karena tingkat kesadaran atau tingkat pendidikan yg rendah. Ingatkan dengan persuasif/ secara baik2 bahwa yg dilakukan ini adalah demi kebaikan mereka & penumpang bukan menghambat perjalanan. Pemerintah melakukan itu sama disemua tempat karena merupakan standard protokol yg harus dilakukan.” kata Dandim 1313/Pohuwato
Pewarta : Febriyanto














