
POHUWATO (TATIYE ID)- Menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi kesehatan masyarakat, Camat Duhiadaa, Burhan Inaku Moputi yang akrab disapa Bimo, memimpin langsung jajaran kantornya menggelar kegiatan pelacakan dini penyakit Morbus Hansen atau yang lebih dikenal sebagai kusta, sekaligus mendata warga yang mangkir meminum obat yang telah disediakan tenaga kesehatan. Kamis (11/06/2026).
Kegiatan strategis ini dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Puskesmas Duhiadaa, serta Rumah Sakit Bumi Panua. Langkah ini diambil mengingat ditemukan sejumlah warga yang diduga mengidap gejala penyakit tersebut namun enggan menerima pelayanan medis dari tenaga kesehatan.
“Kami libatkan TNI dan Polri bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan masyarakat, ada warga yang masih menolak untuk diperiksa atau diobati. Oleh karena itu, kehadiran aparat ini sebagai pendampingan agar warga mau terbuka dan mendapatkan penanganan yang layak,” jelas Camat Burhan dengan tegas.
Hingga saat ini, tim pelaksana telah berhasil mengambil sampel darah dari telinga sejumlah warga yang terindikasi memiliki gejala. Sampel tersebut akan segera diperiksa di laboratorium untuk memastikan status kesehatan mereka, apakah positif terjangkit atau tidak.
“Pemeriksaan ini sangat penting. Penyakit ini bisa menular jika dibiarkan tanpa penanganan, jadi kami bergerak cepat agar tidak menyebar lebih luas,” tegasnya.
Sebagai wujud tanggung jawab dan pelaksanaan program prioritas Pemerintah Kabupaten Pohuwato di bawah kepemimpinan Bupati Saipul A. Mbuinga dan Wakil Bupati Iwan S. Adam, Camat Burhan juga membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat. Ia mengajak warga untuk tidak ragu melapor jika menemukan tetangga atau kerabat yang menunjukkan gejala serupa.
“Ini adalah bagian dari sumpah jabatan dan komitmen kami. Siapapun yang membutuhkan bantuan, silakan datang atau lapor ke kantor kecamatan. Kami siap melayani dan memastikan setiap warga mendapatkan hak kesehatannya,” pungkasnya.
Kedepan, tim terpadu juga akan melakukan pelacakan terhadap penyakit HIV dan Aids, sebagai bentuk pencegahan dini.













