
TATIYE.ID (GORUT) – Proyek Indutrialisasi yang semakin berkembang disamping membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi ternyata masih ditemukan mengesampingkan aspek kelestarian lingkungan. Pencemaran yang marak terjadi akibat dari proyek industri menjadi momok bagi ekosistem biota laut yang ada di Gorontalo Utara.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Anggota DPRD Gorontalo Utara, Fitri Yusuf Husain, saat mengunjungi salah satu perusahaan yang berdiri di Kecamatan Anggrek tersebut.
Menurut srikandi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Air limbah dan buangan air panas (termal) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Anggrek itu bisa berpotensi merusak biota laut.
“Ini bisa berdampak merusak biota laut yang di akibatkan kenaikan suhu air, perubahan tingkat keasaman (pH), serta penurunan kadar oksigen yang mengganggu ekosistem pesisir,” ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga menegaskan bahwa hal tersebut perlu mendapatkan tanggapan serius maupun tindak lanjut dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan DPRD sebagai lembaga yang mempunyai fungsi pengawasan.
“Air yang mengalir deras ke arah laut ini merupakan hasil limbah dari PLTU Anggrek, namanya air Buhang. Ini perlu ditindaklanjuti guna memastikan apakah air yang mengalir itu berdampak bagi ekosistem di laut atau tidak,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa, kunjungan ke salah satu perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang terletak di Kecamatan Anggrek ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD dalam memastikan setiap kegiatan industri untuk bisa memperhatikan ketentuan yang berlaku, serta menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.(*)






















