
TATIYE.ID (BONE BOLANGO) — Sorotan tajam terhadap polemik pengadaan 1.000 ekor sapi di Kabupaten Bone Bolango terus bergulir. Kali ini, kritik keras datang dari parlemen daerah. Anggota Legislatif (Aleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rizki Huntoyungo, menduga pihak kontraktor atau perusahaan penyedia barang dalam proyek tersebut tidak kompeten.
Dugaan ini mencuat menyusul lambaknya realisasi penyaluran ternak yang hingga kini masih tertahan di Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, dengan alasan proses administrasi dokumen yang belum beres, kendati pembayaran dan pengiriman disebut-sebut telah dilakukan.
Menurut Rizki, ketidaksiapan kontraktor dalam merampungkan dokumen administrasi di tingkat penyedia menunjukkan buruknya profesionalisme pihak ketiga yang digandeng oleh pemerintah daerah.
”Jika barangnya sudah ada tetapi dokumennya masih berlarut-larut sampai tertahan di luar daerah, ini murni soal ketidakkompetenan kontraktor. Jangan sampai rekanan pelaksana ini hanya mencari keuntungan cepat tanpa memikirkan kesiapan administrasi dan dampak molornya program bagi masyarakat,” ujar Rizki, Selasa (11/8/2026).
Sebagai wakil rakyat, Rizki mendesak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bone Bolango untuk bersikap tegas terhadap pihak ketiga yang dinilai lamban. Ia mengingatkan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis tidak terkesan melindungi rekanan yang tidak profesional, mengingat program tersebut menggunakan anggaran daerah (APBD) yang sangat dinantikan oleh para kelompok tani dan peternak.
”Dinas terkait harus melakukan evaluasi ketat terhadap kontraktor ini. Jangan sampai masyarakat peternak di Bone Bolango yang harus menanggung kerugian waktu akibat rekanan yang tidak kompeten,” pungkasnya.






















