TATIYE.ID (SPORT) – Kabar telah diakuisisinya Persigo Gorontalo diakui mantan Sekum PSSI Gorontalo Adhi Pala sangat menyayat hati.
“Persigo Gorontalo ini loluhur Gorontalo bahkan bagian kehidupan orang Gorontalo dalam sepakbola. Kalau kemarin digadaikan walapun uangnya tidak jelas masyarakat memakluminya. Karena ada hal-hal yang tidak bisa dipaksakan,” kata Adhi Pala, Senin (23/3/2020).
Adhi Pala juga mengaku bahwa tidak bisa dipungkiri pemain-pemain sepakbola muda Gorontalo tempat terakhir mereka berkarir adalah di Persigo. Sehingga sangat disayangkan jika kemudian Persigo sudah tidak bisa kembali lagi.
“Saya ketika nendengar dan meliat fakta ini menangis, karena saya sangat merasakan perjuangan Persigo dalam mempertahankan kehidupannya dan menjadi industri persepabolaan di Gorontalo,” tutur Adhi.
“Saya masih ingat, bagaimana pak almarhum Nurdin Menoarfa berjuang untuk bagaimana Persigo ini harus ikut pertandingan walaupun dengan berhutang atau menggadaikan barang demi Persigo. Sesudah itu Gubernur Fadel Mohamad dengan sukarela membangun sepak bola mendatangkan pelatih asing. Dimana saat itu kami Pengda PSSI memberi SK kepada saudara Ono Ali guna menjadi juru bahasa, tapi tiba-tiba diambil alih, tapi demi kepentingan sepakbola saya diam saja. Dan akhirnya, lama kelamaan Persigo terakhir ini jadi milik beliau, walaupun aturan sudah harus begitu kenapa tidak sowan dulu ke Pemda Kota, kareba semua orang tau Persigo sendiri milik Pemda,” lanjutnya. (*)
















