
TATIYE.ID (KABGOR) – Pemerintah Kabupaten Gorontalo memperkuat strategi penanganan tengkes melalui peluncuran dua program inovatif, masing-masing, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Literasi Bersama Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah (LEBEGACOR).
Langkah ini diambil untuk mengejar target penurunan angka stunting nasional di tengah tantangan belasan ribu keluarga berisiko di daerah tersebut.
Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, mengungkapkan, meski angka stunting di Kabupaten Gorontalo mengalami tren penurunan dari 34,8 persen menjadi 28,2 persen pada tahun 2025, angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional sebesar 19,8 persen.
“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua. Masih ada 15.289 keluarga yang berisiko stunting yang harus kita intervensi secara sistematis, terintegrasi, dan terpadu,” tegas Tonny saat peluncuran program di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (10/3/2026).
Melalui program GENTING, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terlibat langsung menjadi orang tua asuh bagi keluarga terdampak. Sementara itu, program LEBEGACOR yang digagas bersama Bank Indonesia (BI) menyasar penguatan literasi keuangan keluarga.
Menurut Tonny, kemampuan keluarga dalam mengelola keuangan secara bijak berkaitan erat dengan pemenuhan gizi anak. “Melalui literasi keuangan yang baik, keluarga dapat mengatur pengeluaran secara terencana sehingga mampu memenuhi kebutuhan gizi anak dan mencegah stunting sejak dini,” jelas Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gorontalo tersebut.





















