TATIYE.ID (KABGOR) – Kalung Eucalyptus dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, kementrian pertanian RI. Menjadi salah satu obat maupun penangkal yang berasal dari tanaman obat-obatan yang ada di tanah Indonesia.
Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Dr Amin Nur SP MSi, Ini adalah langkah awal yang inovatif dan perlu kita dukung dan kembangkan, sebagai hasil riset yang luar biasa dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan kita, sudah kenal secara turun temurun dari orang tua.
Lebih lanjut dikatakan oleh Amir dengan sentuhan teknologi terkini dan pengujian secara in-vitro, membuktikan dari sekian banyak tanaman herbal, jenis eucalyptus inilah yg memiliki kemampuan dalam membunuh virus influenza, H5N1 dan virus corona beta dan corona gamma se family covid-19.
“Terlepas dari belum sempurnanya hasil riset ini, mari kita bangun sinergisitas dan kolaboratif menuju penyempurnaan hasil riset agar manfaat dirasakan bagi semuanya. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah menandatangani nota kesepahaman bersama Kementerian Pertanian, terkait uji klinis produk eucalyptus pada 8 Juli 2020. Uji klinis diharapkan dapat berjalan lancar sehingga status khasiat obat dapat disematkan pada produk eucalyptus, ” terangnya, Jumat (10/7/2020).
Sementara itu Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap Balai Pengkajian Teknologi Pertanian yang telah menemukan salah satu produk, yang diharapkan dapat membunuh virus corona yang masih terus meresahkan masyarakat saat ini.
“Sesuai penjelasan dari pihak balai, produk ini akan dipasarkan secara umum pada akhir juli 2020, dengan harga yang terjangkau masyarakat seluruh kalangan. Namun demikian kita harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah, seperti penggunaan masker menjaga jarak dan yang paling penting menjaga imun tubuh serta terus berolah raga sehingga tubuh kita terus kuat dan sehat,” tutupnya. (*)


















